Perjuangan untuk
menerima kehilangan adalah hal yang berat. Namun hal yang lebih berat adalah
ketika mencoba menemukan diri kita kembali.
Hidup manusia bisa berubah dalam hitungan detik. Saya
mengalaminya pada 25 Januari 2019. Di hari itu saya kehilangan anak kedua saya
Emma Karina Soe, yang meninggal di dalam kandungan pada usia kehamilan 36
minggu. Istilahnya, stillbirth.
Marah, bingung, sedih, kecewa, depresi, melebur menjadi satu.
Berbuah sebuah tanya: Kenapa?
Tidak ada yang tau apa penyebabnya. Bahkan dokter yang
membantu kelahirannya mengatakan semua kondisi di dalam rahim dalam keadaan
baik. Secara medis semua dalam keadaan prima. Saya pun tidak memiliki firasat
maupun indikasi apapun sebelum hari itu. Detak jantungnya seperti terampas
tanpa alasan.
Yang terjadi selanjutnya adalah kehidupan yang seperti
terjungkir balik. Saya seperti kehilangan arah dan kehilangan diri sendiri.
Satu kehilangan membuat saya merasa kehilangan semua hal yang saya punya. Dan
saya seperti harus memulai semua kembali dari nol.
Itu bukan hal yang mudah, bahkan sangat berat. Krisis iman
hingga perasaan ingin mati sangat saya rasakan. Histeria emosi sering
tersulut tak terkontrol. Saya tidak terima dan sungguh merasa tersiksa hidup di
dunia. Tersiksa menghadapi kenyataan.
Namun bagaimana kita dapat menghindari kenyataan hidup?
Nyatanya saya harus menerima bahwa saya tidak akan dapat menggendong, menyusui
dan membesarkan anak kedua saya di dunia. Nyatanya saya harus menerima bahwa saya,
dan semua orang yang saya sayang, tengah merasakan sebuah kesedihan yang besar.
Hal ini membuat saya merasa bahwa sama seperti kebahagiaan
besar yang selalu kita rayakan, kesedihan yang besar juga perlu mendapat porsi
perayaan yang sama. Karena kesedihan dan kebahagiaan sebenarnya seperti dua
sisi mata uang, menempel dan saling membutuhkan. Kesedihan adalah hal yang rentan,
pun begitu kebahagiaan.
Blog ini adalah perayaan saya atas Kesedihan. Ia akan
bercerita mengenai apapun yang terjadi dalam perjalanan fase ini, apapun yang
saya rasakan. Isinya bisa berupa cerita fakta, cerita fiksi dan semua yang
berada di antaranya. Tergantung bagaimana blog ini akan bereksplorasi.
Tentunya saya tidak akan pernah tau akhir dari perayaan ini.
Yang pasti saya sedang berada di dalamnya, menikmati setiap detik dan
menjalankan semua prosesnya. Sebuah proses yang mungkin menyakitkan namun mungkin
juga menyenangkan.
Semoga pada akhirnya hal
itu akan membantu menemukan diri saya kembali.
NS
No comments:
Post a Comment